Cara Melatih Anak Berjilbab Sejak Dini

" Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya'." (An-Nur [24] : 31)

 

Wajibnya mengenakan jilbab dan kerudung adalah kewajiban yang sama dengan wajibnya shalat atau puasa. Dengan demikian, melatih anak perempuan mengenakan jilbab dan kerudung juga sama wajibnya dengan melatih anak untuk shalat atau berpuasa. Pembiasaan sejak dini akan menjadikan anak merasa lebih nyaman dan tidak canggung lagi saat mengenakan jilbab dan kerudung telah menjadi wajib baginya.

 

"Jika seorang anak telah mampu membedakan tangan kanan dan kirinya maka perintahkanlah ia untuk melakukan shalat." (HR Thabrani)

 

Rasulullah SAW bersabda: "Perintahkanlah anakmu shalat usia 7 tahun, dan bila telah berusia 10 tahun pukullah bila ia mengabaikannya." (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Daruquthni)

 

Selaku orangtua, kita merasa bahagia manakala kita menyaksikan putri-putri kita berjilbab. Karena, walaupun bagaimana, orangtua akan dimintai pertanggungjawaban perihal pendidikan anaknya, dan salah satunya adalah masalah jilbab ini. Oleh karenanya, agar anak tidak merasa berat dalam mengenakan hijab syar'i saat ia menginjak usia baligh, maka perlu adanya usaha orangtua untuk membiasakan anak berjilbab sejak dini. Karena metode seperti ini sangat efektif dalam mendidik anak berjilbab. Tentu saja, metode membiasakan anak berjilbab ini sangat ditekankan untuk memperhatikan perkembangan usia si anak.

Parenting Islami

1. Kenalkan Anak pada Pakaian Muslimah

Cara yang dapat dilakukan dalam parenting islami, yaitu mengenalkan anak berjilbab sejak dini. Pilihkan model pakaian muslimah yang sesuai dengan kesukaan anak agar anak senang memakai pakaian muslimah dan berjilbab sejak dini dalam kesehariannya.

 

Orangtua dapat memilihkan model, warna, dan motif yang anak sukai, tetapi tetap sederhana dan tidak berlebihan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa perkembangan fashion muslimah sangat berkembang pesat, tidak hanya untuk kalangan dewasa, tetapi juga kalangan anak-anak, seperti produk Happyprincess Hijab dirancang secara menarik dan menggunakan bahan yang nyaman untuk anak. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk memilih model yang tepat untuk anaknya.

2. Berikan Motivasi dan Pujian pada Anak

Berilah motivasi dan pujian pada anak. Untuk anak bayi atau balita, mungkin mereka belum mengerti manfaat dari berjilbab itu seperti apa atau ketika orang tua memberikan motivasi dan pujian kepada mereka. Namun, ketika anak tumbuh besar, mereka akan mulai bertanya-tanya kegunaan dari berjilbab. Dalam parenting islami, jelaslah di sini terdapat tugas orang tua untuk dapat memberikan penjelasan kepada sang anak yang tentunya harus disesuaikan dengan usia dari anak tersebut. Memberikan motivasi dan pujian kepada anak juga perlu dilakukan agar anak merasa bahwa yang mereka lakukan merupakan suatu hal baik, seperti

 

Kamu anggun sekali, Nak, memakai jilbab ini. Ummi bangga sama kamu. Dipakai terus ya jilbabnya kalau keluar rumah!” atau “Allah pasti sayang sekali sama kamu, Nak, karena kamu mau menuruti yang sudah Allah perintahkan untuk anak perampuan, yaitu berjilbab.”

 

Dengan demikian, anak akan termotivasi dan senang untuk selalu berjilbab.

3. Beri Pemahaman pada Anak tentang Jilbab

Ajarkan anak bahwa berjilbab ialah perintah Allah. Ajarkan kepada anak bahwa berjilbab sepenuhnya harus diniatkan karena Allah, bukan sekadar untuk pujian dari orang lain saja. Sampaikan pada mereka secara bertahap dan lembut bahwa Allah akan terus melihat yang mereka lakukan dan Allah sangat mencintai wanita yang berjilbab karena Allah. Tanamkan hal ini sedari dini dengan menggunakan pendekatan parenting islami yang tepat. Dengan demikian, mereka akan terbiasa berjibab semata karena Allah, bukan sekadar untuk pujian orang lain. Dalam parenting islami, tentu hal ini penting untuk diterapkan.

 

Ceritakan berbagai kisah motivasi islami mengenai keutamaan berjilbab. Orang tua dapat menceritakan kisah-kisah wanita berjilbab dari zaman nabi sampai zaman sekarang yang tentunya akan membuat sang anak termotivasi dan menjadikan para wanita salihah tersebut sebagai teladan dalam hidupnya. Dalam parenting islami, hal lain yang juga penting ialah sang anak harus mendapatkan contoh atau teladan nyata dalam hal berjilbab dari ibunya sendiri. Hal ini karena sang ibu ialah sosok wanita yang selalu berada di samping anak dan tentunya akan sangat memengaruhi kebiasaan anak.

 

4. Sesekali Berikan Reward kepada Anak

Sesekali berilah hadiah atau reward kepada anak karena telah rajin dan semangat dalam bejilbab. Namun, orang tua harus selalu mengingatkan anaknya bahwa hadiah terbesar yang kelak akan mereka dapat atas ikhtiar mereka dalam berjilbab ialah hadiah dari Allah, yakni surga. Dengan demikian, sang anak semakin termotivasi utnuk dapat dicintai Allah dan menggapai surga-Nya.

5. Carikan Lingkungan yang Baik bagi Anak

Pilihkan lingkungan yang baik untuk anak. Ketika orang tua hendak membiasakan sang anak untuk berjilbab, pilihkanlah lingkungan yang baik untuk mereka. Lingkungan yang dapat menambah kecintaan mereka terhadap jilbab atau lingkungan yang dapat memberikan motivasi untuk anak dalam berjilbab, seperti pilihkan dengan siapa sang anak terbiasa bermain dan belajar bersama. Ketika sang anak bertemu dengan teman-temannya yang berjilbab, mereka akan sangat senang dan termotivasi untuk memakai jilbabnya. Jika tidak, dikhawatirkan secara perlahan mereka akan terpengaruh dengan kebiasaan teman-temannya yang tidak berjilbab. Dalam menerapkan parenting islami,  sudah sepatutnya orang tua memilihkan lingkungan yang baik bagi sang anak. Pilihkan mereka tempat yang berilmu ,seperti majelis pengajian anak-anak dan sekolah islami. Setelah itu, ajarilah anak berjilbab sesuai dengan aturan Islam. Orang tua wajib mengajarkan anaknya untuk berjilbab yang sesuai dengan ajaran Islam, yakni jilbab syari. Ajarkanlah hal ini secara bertahap. Namun, akan menjadi wajib hukumnya ketika anak telah masuk dalam usia balig untuk menggunakan jilbab secara syari.

 

Inilah beberapa cara parenting islami untuk mengajarkan anak berjilbab sejak dini. Hal ini menjadi penting sebab hal-hal yang dilakukan sedari kecil akan menjadi suatu kebiasaan di waktu mereka tumbuh menjadi dewasa. Jika cara ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kedisiplinan, insya Allah orang tua akan mendapatkan hasilnya. Bukankah termasuk ke dalam suatu hal yang membahagiakan ketika yang telah orang tua ajarkan itu diamalkan oleh anak-anaknya? Akan ada banyak pahala yang mengalir kepada orang tua tersebut, tidak hanya di dunia, bahkan sampai ketika orang tua tiada. Seperti yang telah Rasulullah saw. sabdakan sebagai berikut.

 

إِذَا مَاتَ ابْنُ ﺁدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ:صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ,أَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ,أَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ

 

Jika anak cucu Adam mati, terputuslah semua amalannya, melainkan tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya,” (H.R. Muslim).

 

Semoga Allah memberikan para orang tua kemudahan dalam mendidik anak sehingga anak-anaknya dapat menjadi anak yang saleh dan salihah. Aamiin.

 

Sumber Informasi : www.abiummi.com

All Rights Reserved (c) Happyprincess Hijab. 2015

 

Powered by: CV.IBM